Kewajiban Seorang Muslimah
Assalamu’alaikum warohmatullohi
wabarokatuh…
Teman-teman, semoga dalam keadaan
sehat wal’afiat yaaa, kali ini saya akan membahas tentang kewajiban seorang
muslimah, cekidot!
1. Menaati perintah orang tuanya
ketika belum menikah, dan suaminya ketika sudah menikah. Akan tetapi ketika
setelah menikah ini, suami harus lebih diutamakan daripada orang tua. Agak
seram juga ya, tapi memang begitulah islam mengatur seorang muslimah. Ketika
sudah menikah pun, tanggung jawab kita sudah ditanggung suami, dan jika kita
akan melakukan apa pun, wajib meminta izin kepadanya. Bahkan dalam sebuah
hadits, dinyatakan bahwa jika seorang muslimah menaati suaminya, maka pilihlah
pintu syurga mana pun yang dia inginkan. Waah…
Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam bertutur,
“إِذَا
صَلَّتْ
الْمَرْأَةُ
خَمْسَهَا،
وَصَامَتْ
شَهْرَهَا،
وَحَفِظَتْ
فَرْجَهَا،
وَأَطَاعَتْ
زَوْجَهَا؛
قِيلَ
لَهَا
ادْخُلِي
الْجَنَّةَ
مِنْ
أَيِّ
أَبْوَابِ
الْجَنَّةِ
شِئْتِ”.
“Jika seorang wanita menunaikan
shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati
suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu
manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu
dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).
2. Menutup aurat, yakni seluruh
tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma ketika beliau
datang ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengenakan busana
yang agak tipis. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan
mukanya sambil berkata :
يَا أَسْمَاءُ
إِنَّ
الْمَرْأَةَ
إِذَا
بَلَغَتِ
الْمَحِيضَ
لَمْ
يَصْلُحْ
أَنْ
يُرَى
مِنْهَا
إِلَّا
هَذَا
وَهَذَا
Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita
jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan
ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).[HR. Abu Dâwud, no. 4104
dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini di shahihkan oleh syaikh al-Albâni
rahimahullah]
3. Melakukan kebaikan dan
menghindari keburukan, baik itu perkataan, perbuatan, atau pikiran dan hati.
كُنتُمْ خَيْرَ
أُمَّةٍ
أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ
وَتَنْهَوْنَ
عَنِ
الْمُنكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ
بِاللهِ
وَلَوْءَامَنَ
أَهْلُ
الْكِتَابِ
لَكَانَ
خَيْرًا
لَّهُمْ
مِّنْهُمُ
الْمُؤْمِنُونَ
وَأَكْثَرَهُمُ
الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang
mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka
adalah orang-orang yang fasik”. [Ali Imron :110]
Yah, sekian yang dapat saya
sampaikan, semoga bisa diamalkan. Wassalamu’alaikum warohmatullohi
wabarokatuh..
Komentar
Posting Komentar