Perasaan Yang Tak Akan Pernah Tersampaikan
Assalamu'alaikum manteman, ukhti akhi... Lagi pengen nulis cerita-cerita gitu ya, soalnya hati rada keganggu sama dirinya, pikiran juga. Tapi rasanya beda sama cinta yang dulu #eaaa Langsung aja ya ke tulisan saya: 1 Em baru saja menyelesaikan beberapa lembar tugas sejarah saat Han tiba-tiba muncul di hadapannya—dan sedang tersenyum—saat dia menurunkan kertas dari wajah. “Selesai?” tanya Han santai, seolah tidak tahu bahwa perlakuannya membuat Em agak kaget, dibalik niatnya untuk menjauhi Han—karena tidak mau menganggap hubungan ini istimewa, yang jelas, dia bukan siapa-siapa dalam kehidupan Han yang dipenuhi wanita. “Hem,” dan, bagaimana pun, meski dalam hati terdalamnya dia menginginkan Han memperhatikannya lebih dari ini, tidak ada lagi yang bisa dilakukan seorang Em agar terhindar dari sakit hati. “Em, jangan lagi,” Han mengeluarkan dua bungkus makanan, memberikan satu di bangku Em. “Sahabat tidak boleh bertengkar, oke? Aku tahu kemarin kamu sakit, tapi Zi terus me...